Superior

Donita: Sinetron Bukan Pendidikan

Written By Aris Setiawan on Sunday, July 24, 2011 | 1:27 PM

Donita, yang meraup popularitas dan materi melalui kiprahnya di industri layar kaca, justru berpendapat, menonton sinetron bukan bagian dari pendidikan. Apa komentar pesinetron muda ini soal sinetron?

"Menurut aku, orang menonton sinetron itu bukan untuk pendidikan tapi lebih pada menghibur," ujar Donita, saat ditemui di sebuah kantor rumah produksi di kawasan Tanahabang, Jakarta, belum lama ini.

Sebaliknya, lanjut Donita, pundi-pundi materi yang berlimpah ruah berhasil diraih pihak-pihak yang berada di balik layar, maupun para pemain yang mengisi sebuah produksi sinetron. "Para entertainner yang mengambil peran di sinetron itu, mungkin karena cerita. Dan yang kedua, mungkin soal materi," kata pesinetron Cinta Fitri ini.

"Bohong banget kalau kita tidak cari uang," Donita, 21 tahun, menambahkan.

Menurutnya, masyarakat Indonesia harus pandai-pandai untuk memilah konsumsi tontonan mereka melalui televisi. Meski, lakon-lakon yang dianggap kurang mendidik, semisal peran antagonis, bisa berpengaruh terhadap keseharian pemirsa. "Tergantung dari mana orang melihatnya. Kalau dibilang kenapa sinetron Indonesia sekarang lebih banyak didominasi peran antagonis? Dari situ kita bisa menilai, peran antagonis itu dalam kehidupan sehari-hari ya seperti itu, dan tergantung pada pendapat masing-masing," papar cewek bernama asli Noni Annisa Ramadhani ini.

Secara gamblang Donita berharap tidak ada perubahan yang drastis terhadap industri yang digelutinya hingga kini. Meski, koordinasi antara pihak rumah produksi dengan lembaga pengawas tayangan televisi, harus terus terjalin.

"Banyak anak-anak yang mungkin belum pantas untuk melihat sinetron, tetapi sekarang kan banyak lembaga sensor di Indonesia. Dan itu berfungsi banget," demikian Donita.

Sumber : Ceritamu

0 komentar:

Post a Comment

 
berita unik